Perkuat Identitas Budaya, Pemkot Kotamobagu Rancang Pembangunan Inklusif untuk Tahun 2027

KOTAMOBAGU – Mewakili pemerintah daerah, Sekretaris Kota (Sekkot) Kotamobagu, Sofyan Mokoginta, SH, ME, secara resmi membuka Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027, Kamis 5 Maret 2026.

‎Dalam forum strategis tersebut, Sofyan memaparkan visi besar pembangunan kota dengan mengusung tema sentral: “Penguatan Identitas Budaya dan Ketahanan Sosial untuk Pembangunan yang Inklusif.”

‎Dalam penyampaiannya, Sofyan menegaskan bahwa arah pembangunan Kotamobagu pada tahun 2027 tidak hanya akan bertumpu pada pembangunan fisik infrastruktur semata.

‎Menurutnya, identitas budaya dan solidaritas sosial merupakan fondasi utama dalam menjaga jati diri daerah serta memastikan pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

‎”Pembangunan yang inklusif adalah tujuan kita, agar tidak ada satu pun warga yang tertinggal,” ujar Sofyan Mokoginta saat membacakan sambutan.

‎Selain memaparkan rencana ke depan, Sofyan juga menyampaikan gambaran ringkas capaian kinerja daerah tahun 2025.

Kotamobagu mencatatkan sejumlah tren positif, di mana beberapa indikator melampaui target, seperti peningkatan Umur Harapan Hidup, keberhasilan menekan prevalensi stunting, hingga peningkatan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup.

‎Di sektor ekonomi, realisasi investasi tumbuh pesat, khususnya pada sektor penyediaan akomodasi dan makan minum.

‎Kendati demikian, Sofyan secara jujur mengakui adanya tantangan yang memerlukan perhatian serius.

Tingkat pengangguran terbuka tercatat masih sedikit di atas target, sementara angka kemiskinan dan kontribusi industri pengolahan terhadap PDRB dinilai perlu dioptimalkan lebih lanjut.

‎Memasuki tahun 2027, pemerintah melalui arahan Sekkot Sofyan Mokoginta akan mendorong tiga pilar utama pembangunan

‎1. Ekonomi Kreatif & Budaya: Merevitalisasi warisan budaya lokal dan mendorong UMKM agar menjadikan nilai budaya sebagai keunggulan ekonomi.

‎2. Pemberdayaan Sosial: Memperkuat perlindungan kelompok rentan serta memperkokoh ketahanan keluarga dan moderasi beragama melalui kolaborasi dengan tokoh masyarakat.

‎3. Layanan Dasar: Memperluas akses pendidikan dan kesehatan yang berkualitas untuk mengurangi ketimpangan sosial.

‎Menutup sambutannya, Sofyan menekankan pentingnya kolaborasi pentahelix yang melibatkan akademisi, dunia usaha, hingga komunitas. Ia juga mengingatkan pentingnya efisiensi dalam pengelolaan anggaran daerah.

‎”Tantangan fiskal ke depan tentu tidak ringan. Ruang anggaran harus kita kelola secara cermat dan efisien. Mari kita pastikan setiap rupiah anggaran memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Sofyan sebelum secara resmi membuka forum tersebut.

‎Kegiatan ini diharapkan mampu menjaring masukan konstruktif untuk menyempurnakan kebijakan pembangunan Kota Kotamobagu menuju kota yang lebih maju, sejahtera, dan berbudaya. (***)

Komentar Facebook
Bagikan Berita ini

Baca Juga

Hadiri Perayaan Hari Raya Ketupat Kelurahan Motoboi Kecil, Wali Kota Weny Gaib Sampaikan Hal Ini

KOTAMOBAGU – Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, bersama Wakil Wali Kota, Rendy Virgiawan Mangkat (RVM), menghadiri …