Bupati Bolsel Buka Workshop Pendidikan Anti Korupsi pada Satuan Pendidikan

KILASBMR.Com,BOLSEL – Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) H. Iskandar Kamaru, Spt, hadiri sekaligus membuka acara Workshop Pendidikan Anti Korupsi dan Penguatan Karakter pada satuan pendidikan, Rabu (22/11/2022).

Kegiatan yang dilaksanakan di Lapangan Futsal Kawasan Perkantoran Panango ini dimotori oleh Dinas Pendidikan Bolsel dengan mengangkat Tema “Prestasi Tanpa Korupsi”.

Kegiatan dilanjutkan dengan laporan Kepala Dinas Pendidikan Rante Hattani, yang menyampaikan dimana peserta yang ikut dalam Workshop ini berjumlah 275 peserta.

“Para peserta terdiri dari 90 orang kepala sekolah SD dan SMP, 90 orang unsur ketua komite dan 95 orang pimpinan lembaga paud,” ujar Kadis.

Ia mengatakan bahwa Workshop ini dilakukan atas dasar komitmen bersama antara Komisi Pemberantasan Korupsi dengan kementrian pendidikan dan kebudayaan, kementerian agama dan kementerian dalam negeri terkait implementasi pendidikan anti korupsi pada jenjang pendidikan paud, pendidikan dasar serta pendidikan menengah.

Lanjut, Kadis mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan pemahaman kepada kepala sekolah, komite, pendidikan lembaga tentang pendidikan anti korupsi pada satuan pendidikan.

“Juga untuk memberikan informasi tentang bahaya tindak pidana korupsi, dan tentu bersama-sama mencegah terjadinya korupsi di daerah kabupaten Bolsel,” ungkap Kadis Rante.

Sementara itu, Bupati Bolsel yang membuka kegiatan mengatakan bahwa pendidikan anti korupsi merupakan salah satu bentuk upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi yang dilakukan melalui pendidikan, baik formal maupun non formal.

“Kabupaten Bolsel telah mengeluarkan perbup nomor 57 tahun 2020 tentang penyelenggaraan pendidikan tentang korupsi pada satuan pendidikan,” kata Bupati.

Menurut Bupati, Pendidikan Anti Korupsi memiliki beberapa fungsi seperti fungsi kognitif, fungsi afektif dan fungsi psikomotor.

“Fungsi kognitif itu menambah pengetahuan serta wawasan mengenai korupsi dan dampak massif yang ditimbulkan, kemudian fungsi afektif membentuk moral dan karakter anti korupsi peserta didik dengan cara menanamkan nilai-nilai anti korupsi dan terakhir fungsi psikomotor kesadaran moral untuk melawan berbagai bentuk praktek korupsi,” jelas Bupati.

Lanjut, Ia berharap kegiatan workshop ini dapat menciptakan generasi muda yang sadar dan memahami bahaya korupsi.

“Bahkan juga dapat memahami bentuk-bentuk korupsi, dan juga mengetahui sanksi-sanksi yang akan diterima jika melakukan praktek korupsi,” kata Bupati.

Lebih lanjut, Ia mengatakan bahwa KPK telah merekomendasikan Pemda untuk memasukkan pendidikan anti korupsi di setiap sekolah yang ada.

“Ini supaya anak didik kita terbiasa dan mengetahui apa itu korupsi dan dampak korupsi, marilah mengajak anak kita pendidikan anti korupsi, agar nanti tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan nantinya,” tutup Kamaru.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi yang dilakukan oleh Pihak Kepolisian, Kejaksaan dan Pemda.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Sekda Bolsel Marzanzius Arvan Ohy, S.Stp MAP, Pihak Polres Bolsel, Kacabjari Dumoga, para asisten, pimpinan OPD, tim penyuluh anti korupsi, camat, Sangadi, dan para kepala sekolah, ketua komite dan pimpinan lembaga PAUD.

(Utha)

 

Komentar Facebook
Bagikan Berita ini

Baca Juga

Bentuk Karakter Personil, Polres Bolsel Gelar Pembinaan Mental dan Rohani Kepada Para Anggota

KILASBMR.Com,BOLSEL – Polres Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) menggelar pembinaan Mental dan Rohani (Binrohtal) Nesrani kepada …