KILASBMR.Com,BOLMONG – Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong) Yusra Alhabsyi, S.E., M.Si., melakukan peninjauan langsung ke lokasi tanggul irigasi yang jebol di Desa Cempaka, Kecamatan Sangtombolang, Kamis (16/04/2026).
Peninjauan ini dilakukan sebagai respons cepat atas ancaman krisis pengairan yang dapat melumpuhkan sektor pertanian di wilayah tersebut.

Jebolnya tanggul irigasi ini memberikan dampak yang sangat signifikan. Aliran air yang terputus merupakan urat nadi bagi sekitar 600 hektare lahan sawah yang tersebar di lima desa, yaitu Desa Cempaka, Desa Ayong, Desa Babo, Desa Bolangat Timur, dan Desa Bolangat.
Selain menghentikan pasokan air ke sawah, kerusakan ini juga memutus total akses jalan para petani menuju area persawahan yang berada di sepanjang jalur irigasi tersebut.
Berdasarkan hasil tinjauan di lapangan, kerusakan dipicu oleh curah hujan tinggi yang terjadi sejak satu bulan lalu.
Derasnya air hujan menggerus gorong-gorong yang berada tepat di bawah saluran irigasi hingga akhirnya ambrol dan menyebabkan tanggul di atasnya ikut jebol.
Menyikapi kondisi darurat ini, para petani di Desa Cempaka tidak tinggal diam. Secara swadaya dan bergotong-royong, masyarakat setempat telah melakukan perbaikan darurat untuk menyambung kembali saluran irigasi yang terputus.
Mengingat posisi tanggul yang berada di atas gorong-gorong, warga menggunakan material seadanya berupa batang kelapa sebagai penyangga dan pelat seng untuk lantai saluran air.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Yusra Alhabsyi secara tegas meminta agar instansi terkait di tingkat provinsi segera turun tangan.
Ia berharap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sulawesi Utara dapat segera mengambil langkah taktis untuk melakukan perbaikan permanen.
Turut hadir dalam kegiatan peninjauan tersebut antara lain perwakilan Dinas PUPR Provinsi Sulawesi Utara melalui UPTD Wilayah II, perwakilan Dinas PUPR Kabupaten Bolaang Mongondow, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sangtombolang, serta Sangadi (Kepala Desa) Cempaka.
Kolaborasi antar-instansi ini diharapkan dapat mempercepat proses koordinasi untuk merealisasikan perbaikan infrastruktur pertanian di wilayah Sangtombolang.
(Advertorial)
KILAS BMR Mengulas Dengan Fakta

