KILASBMR.Com,BOLMONG – Menanggapi keluhan masyarakat terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Kosio Kecamatan Dumoga Tengah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) pihak penanggungjawab SPBU memberikan klarifikasi bahwa persoalan tersebut bukan disebabkan oleh penyaluran yang tidak tepat sasaran, melainkan karena pengurangan pasokan ke SPBU yang dipimpinya.
Deni mengatakan, selain itu juga gangguan logistik dari tingkat penyuplai utama ini sangat berdampak, bahkan telah terjadi selama tiga hari berturut-turut.
Bahkan menurutnya, kelangkaan ini bukan hanya terjadi di SPBU Kosio, namun menyeluruh di seluruh Sulawesi Utara, akibat pengurangan stok karena keterlambatan kapal tengker masuk depot di bitung yang dikarenakan cuaca angin kencang dan gelombang tinggi.
Terkait dengan harga, Ia membantah jika SPBU Kosio menjual dengan harga tinggi. Karena pihaknya tetap mengikuti ketentuan resmi yang dikeluarkan Pemerintah.
“Jadi di SPBU Kosio harga sesuai dengan aturan yang ada, tidak ada yang menjual melebihi harga yang sudah menjadi ketentuan pemerintah,” ujarnya saat di konfirmasi Media Kilasbmr.com melalui pesan Whatsapp.
Ia pun, menjelaskan bahwa untuk stock BBM jenis solar sampai saat ini masih, dan untuk jenis Pertalite diawal September akan aman dan normal kembali.
Menurut Deni, tingginya volume kendaraan dan aktivitas masyarakat di wilayah yang melewati jalan trans Dumoga turut mempercepat habisnya stok BBM yang tersedia.
Hal itu mengingat, keterlambatan kapal tengker hanya bersifat sementara karena adanya kendala cuaca.
Deni berharap, Masyarakat agar tidak terpancing dengan info-info yang beluk tentu kebenaranya, yang nanti hanya akan memperkeruh suasana.
Ia pun memohon maaf atas ketidaknyamanan dari para pengendara, dan mengatakan akan berusaha semaksimal mungkin untuk memenihi kebutuhan BBM Masyarakat.
“Untuk itu kami dari pihak SPBU 7495705 KOSIO memohon maaf atas pelayanan kami kepada seluruh konsumen pengguna BBM pertalite baik kendaraan Roda empat dan Roda dua serta kepada petani yang membawa surat rekomendasi pertanian untuk dapat bersabar di karenakan pasokan stock BBM Pertalite yang terbatas dan yang nantinya akan stabil awal september nanti,” jelas Deni.
(Utha)
KILAS BMR Mengulas Dengan Fakta

