KOTAMOBAGU – Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, memimpin rapat Forkopimda untuk membahas kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi yang dikeluhkan warga. Pertemuan ini dilaksanakan di Ruang Kerja Wali Kota dengan tujuan untuk memetakan akar masalah dan merumuskan langkah solutif.
Dalam rapat tersebut, Wali Kota menegaskan bahwa pembahasan tidak hanya terbatas pada solar bersubsidi, tetapi juga mencakup jenis BBM lainnya seperti Pertalite, Pertamax, dan Dexlite, serta ketersediaan gas LPG 3 kilogram. “Kami bertemu dengan Forkopimda membahas isu kelangkaan bahan bakar,” ungkap Weny.
Pemkot saat ini sedang mendalami berbagai faktor yang memicu fluktuasi stok di lapangan. Beberapa langkah strategis sedang disiapkan agar distribusi energi bersubsidi dapat kembali normal dan tepat sasaran.
Wali Kota menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan spekulatif seperti panic buying yang dapat memperburuk kondisi pasar.
“Dukungan dan doa dari masyarakat sangat dibutuhkan agar Pemkot dapat menjalankan tugas pelayanan dan memenuhi kebutuhan energi publik secara optimal,” tambahnya.
Melalui koordinasi lintas sektor, Pemkot Kotamobagu berharap solusi yang dihasilkan dapat segera diimplementasikan untuk menjaga stabilitas pasokan energi dan kenyamanan masyarakat. Rapat ini dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Kotamobagu, Adrianus Mokoginta, dan perwakilan dari berbagai instansi terkait. (***)
KILAS BMR Mengulas Dengan Fakta

