KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu menertibkan aktivitas Pasar Senggol bayangan yang muncul di sejumlah titik, terutama di kawasan pertokoan dan bahu jalan.
Asisten I Pemkot Kotamobagu, Sahaya Mokoginta, mengatakan pemerintah mengapresiasi terselenggaranya Pasar Senggol tahun ini karena adanya kolaborasi antara asosiasi pedagang, pemuda, dan para pelaku usaha.
Menurutnya, keberadaan Pasar Senggol menjadi salah satu motor penggerak ekonomi masyarakat, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri ketika kebutuhan masyarakat meningkat.
“Pemerintah tentu mengapresiasi pelaksanaan Pasar Senggol kali ini karena adanya kolaborasi yang positif antara asosiasi, pemuda dan para pedagang. Ini menjadi motor penggerak ekonomi di Kota Kotamobagu,” ujar Sahaya.
Ia menjelaskan, penetapan lokasi Pasar Senggol di Eks RSUD Kampung Baru bertujuan untuk menjamin keamanan dan ketertiban, sekaligus mencegah munculnya pasar senggol ilegal di luar area yang telah ditentukan pemerintah.
“Lokasi Pasar Senggol sudah ditetapkan pemerintah di Eks RSUD. Maksudnya agar pelaksanaan kegiatan ini tertib dan tidak ada pasar senggol bayangan di luar lokasi yang sudah ditetapkan,” jelasnya.
Sahaya menambahkan, pemerintah sebelumnya telah memberikan imbauan kepada para pedagang selama sekitar satu minggu agar tidak membuka lapak di luar area resmi. Jika imbauan tersebut tidak diindahkan, maka penertiban akan dilakukan oleh aparat terkait.
“Kami sudah menghimbau secara persuasif. Namun apabila tidak diindahkan, tentu pemerintah akan melakukan penertiban bersama Satpol PP, Dishub, dan pihak keamanan,” tegasnya. (***)
KILAS BMR Mengulas Dengan Fakta

