KILASBMR.Com,BOLMONG – Staf Khusus Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong) Jusuf K Mooduto, angkat bicara terkait dengan pemberitaan di salah satu media online terkait dengan pengadaan Mobil Dinas (Mobnas) baru sebanyak 3 unit.
Menurut Jusuf, ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa pengadaan Mobnas sudah sesuai dengan aturan serta mekanisme.
“Jadi itu sudah melalui pembahasan di tingkat TAPD Pemkab Bolmong dan badang anggaran DPDR Bolmong, penganggarannya lewat APBD dan diketahui DPRD,” ujar Jusuf.
Bahkan, Jusuf mengatakan pernyataan salah satu anggota DPRD Bolmong di salah satu media online tersebut yang mengatakan pengadaan 3 unit mobnas hanya gagah-gagahan merupakan Anggota DPRD yang tidak masuk dalam Banggar.
Menurutnya, mungkin anggota DPRD tersebut tidak berada di kantor saat pembahasan anggaran di tingkat Banggar.
“Jika ada anggota DPRD yang menyatakan bahwa pengadaan itu ilegal, maka sudah pasti dia itu tidak masuk badan anggaran atau alpa saat pembahasan. Atau dia hanya tidur saat dilakukan pembahasan di banggar dprd,” terang Buya Jusuf Mo’oduto, yang juga mantan Anggota Banggar DPRD Bolmong 3 periode.
Selain itu, Buya juga mengatakan pernyataan oknum anggota DPRD Bolmong Masri Dg Masenge tersebut juga sangat tendensius.
“Kalau ada oknum juga yang mengatakan bahwa Bupati gagah-gagahan dengan mobil jenis Fortuner, maka ini salah dan terkesan tendensius. Sebab yang seharusnya gagah-gagahan itu kalai pakai Alphard yang nilainya fantastis Rp1,5 miliar,” ucap Buya.
Jusuf Mooduto menjelaskan, kondisi wilayah dan masyarakat di Kabupaten Bolaang Mongondow yang terdiri dari 15 Kecamatan, 200 Desa dan 2 Kelurahan, harus dikunjungi oleh Bupati.
Bupati Bolmong turun ke wilayah untuk menemui masyarakat dan memastikan kondisi masyarakat serta pelaksanaan program pembangunan agar benar-benar menyentuh kepentingan masyarakat, harus menggunakan kendaraan layak pakai karena menyesuaikan dengan kondisi wilayah dan desa.
“Pembelian kendaraan dinas jenis Fortuner yang saat ini telah dipakai oleh Bupati, sangat layak lantaran menyesuaikan dengan kondisi Bolmong saat ini,” tegasnya.
Malah kata Jusuf, kendaraan jenis Alphard tidak layak untuk kondisi di Bolmong.
“Alphard tidak bisa dipakai untuk kondisi Bolmong saat ini yang terbagi 200 desa, terlebih masih banyak desa-desa yang akan dikunjungi Medanya cukup lumayan. Nah, harus pakai kendaraan yang sesuai kondisi di lapangan meskipun kendaraanya lebih murah dari Alphard tapi bisa dipakai di segala medan,” tandasnya.
(Utha)
KILAS BMR Mengulas Dengan Fakta

