KILASBMR.Com,SULUT – Rumah Lukaku Indonesia (RLI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-1 dan Musyawarah Nasional (Munas) Tahun 2026, yang dilaksanakam di Aula Kampus IAIN Manado, Sabtu (19 September 2026).
Adapun Tema Rakernas dan Munas kali ini yakni “Kolaborasi Layanan Kesehatan Primer dan sektor UMKM melakui Gerakan Bersama Merawat Negeri (GBMN).
Ketua Panitia Rakernas dan Munas RLI Sulut Ns. Refo Mamonto, dalam pembukaan Rakernas dan Munas mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum penting menjaga marwah RLI dan menjadi landasan penting dalam melaksanakam setiap program sesuai dengan visi dan misi RLI.
Dalam sambutanya, Ketua DPP Rumah Lukaku Indonesia (RLI) Ns. Faris Sindring S.kep, M. Kep, yang sekaligus pendiri Yayasan RLI mengatakan bahwa Sejak dirintis 19 Februati 2012, berdirinya RLI merupakan satu niat demi satu tujuan yakni Gerakan Bersama Merawat Negeri (GBMN).
“Demi menjaga kolaborasi, RLI juga turun langsung hingga ke pelosok negeri untuk membantu masyarakat yang kurang mampu mendapatkan satu pelayanan gratis,” ujar Ketua DPP RLI.
RLI siap bersinergi dan mensukseskan program pemerintah.
Demi mensukseskan Progran Pemerintah baik dari Pusat hingga ke Daerah, RLI melakukan cek kesehatan gratis bagi masyarakat, terdiri dari pengecekan gula darah, kolestrol hingga yang lainya.
Bahkan, Yayasan peduli ini juga melakukan bakti sosial yang terus di lakukan bersama pihak Kodam dan seluruh pengurus RLI yang ada di Indonesia.
Menurutnya, RLI bukan hanya akan difokuskan di satu provinsi ataupun satu daerah namun dengan niat bersama RLI alan berkembang hingga ke seluruh Nusantara.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulut dalam sambutanya, mengapresiasi kepada seluruh Panitia yang telah sukses melaksanakan kegiatan Rakernas dan Munas RLI ini.
Ia mengatakan, dengan adanya Yayasan RLI ini semakin menguatkan komitmen tenaga kesehatan di bumi nyiur melambai untuk terus bergerak nyata merawat negeri.
Dari sulut menuju indonesia.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Sulut menyambut baik kegiatan ini. Rekam jejak yang baik, dan bukan sekedar catatan diatas buku tapi aksi nyata pelayanan dari hati mengabdi untuk masyarakat dari bidang kesehatan terus dijalankan yayasan RLI ini.
“Bahkan bakti sosial bersama kodam. Menunjukan ekstitensi RLI memiliki peran yang krusial, kehadiran memperkuat komitmen pemerintah dalam menjalan program yang menyentuh langsung dengan masyarakat,” kata Kadis Kesehatan Sulut.
Maka dari itu, Ia berharap kolaborasi dari lintas sektor penting demi keberhasilan program yang ada.
“Tidak boleh ada saudara kita yang terabaikan, maka dari itu melalui forum ini, semoga RLI dapat terus menjaga ektitensi untuk terus berkembang dan menyusun program adaptif untuk kesehatan masyarakat,” pinta Kadis.
Pihaknya pun mengapresiasi kegiatan dari RLI, dan mengatakan Dinkes siap mensuport setiap kegiatan dari RLI, baik obat-obatan atau apapun demi mensukseskan program pemerintah dalam cek kesehatan gratis.
Turut hadir dalam kegiatan ini, dr. Lidya Tulus M.Kes PLT Kadis DINKES PROV SULUT (mewakili Gubernur), kolonel CBA Deddy Muchtar, Pamen Ahli Kodam XIII/MERDEKA, Akbar Datunsolang SH., MH., M.Kn : Notaris dan Konsultan hukum RLI, Ns. Joike Lumataw S.Kep DPD PPNI KOTA MANADO, Ns. Johanis Kerangan S.Kep., M.Kep Kepala Program Studi profesi Ners Unika Dela Salle, Ns. Hi. Suwandi I. Luneto, S.Kep, M.Kes : Ketua DPW PPNI SULUT, Ns. Arlens Pomantow S.Kep : Ketua HIPKABI SULUT serta tamu undangan lainya.
Rumah Lukaku Indonesia (atau Yayasan Rumah Lukaku Indonesia / RLI) adalah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang layanan kesehatan primer serta pendidikan dan pelatihan kemasyarakatan. Organisasi ini berfokus pada perawatan luka akut dan kronis.
Profil Singkat
Pendiri: Ns. Faris Sindring, S.Kep., M.Kep.
Tanggal Berdiri: 19 Februari 2012.
Kantor Pusat: Kota Bitung, Sulawesi Utara, dengan berbagai cabang dan perwakilan di dalam maupun luar Sulawesi Utara (termasuk Manado, Bolmong dan Minahasa).
Layanan dan Kegiatan Utama
Perawatan Luka: Menangani perawatan luka akut maupun kronis seperti luka diabetes (ulkus kaki diabetik), luka kanker, dan jenis luka lainnya.
Layanan Medis Khusus: Menyediakan layanan sunat (kitanan) modern serta konsultasi kesehatan tertentu.
Bakti Sosial dan Program Kesehatan: Sering mengadakan kegiatan kemasyarakatan gratis, seperti pemeriksaan gula darah, pemeriksaan mata, pembagian kacamata gratis untuk lansia, hingga sunatan massal melalui gerakan “Bersama Merawat Negeri”.
(Utha)
KILAS BMR Mengulas Dengan Fakta

